Talkshow Ranperda Kawasan Tanpa Rokok, 29 Januari 2019


Kamis, 21 Maret 2019 11:59:49



Pembahasan Ranperda Kawasan Tanpa Rokok di Kota Surabaya semakin hangat dimana saat ini rancangan Perda tersebut sedang ada dalam pembahasan oleh Pansus KTR. Bp. Ibnu Shobir selaku anggota pansus DPRD Kota Surabaya mengatakan bahwa masa kerja pansus 60 hari apakah bisa langsung selesai ataukah masih ada yang perlu dikerjakan lagi. Semua proses dilaksanakanĀ  berdasarkan demokrasi, bila perdebatan masih ada, pansus bisa minta untuk diperpanjang. Dalam hal ini pihaknya menyatakan sudah jelas bahwa berdasarkan PP 109 bahwa Perda KTR ini perlu direvisi.

Ibu Sri Widati dari TCSC IAKMI Jatim menambahkan bahwa Perda ini bukan kehendak pribadi atau golongan, tetapi Perda ini diturunkan dari aturan diatasnya yaitu UU No 36 th 2009 tentang Kesehatan yang menyebutkan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) bukan Kawasan Terbatas Merokok (KTM). Aturan KTR ini bukan untuk melarang orang merokok tetapi untuk mengatur agar asap rokok tidak mengganggu orang lain yang ingin menghirup udara bersih dan segar. Perda ini tidak hanya mengatur tentang KTR tetapi juga akan mengatur tentang iklan, promosi dan sponsor rokok. Jadi yang kena aturan adalah tempatnya, kalau orang masuk ke tempat itu ya akan kena aturannya.

Penerapan KTR ini menjadi penting mengingat apa yang terjadi pada Bu Ike salah satu anggota Aliansi Masyarakat Korban Rokok Indonesia (AMKRI) wilayah Jawa Timur, pada saat Bu Ike bekerja selama 10 Tahun di salah satu restoran yang terpapar asap rokok dan akhirnya Bu Ike menderita kanker pita suara. Bahwa Melihat kasus ini dr.Mira dari Dinas Kesehatan juga menegaskan kembali bahwa Perda KTR ini penting untuk diimplementasikan untuk melindungi Masyarakat Surabaya dari bahaya asap rokok. Daniel