Peringatan HTTS Bersama FKM Unair, KTR Yang Dirindukan


Rabu, 17 Oktober 2018 11:32:19




Setiap tanggal 31 Mei diperingati sebagai Hari Tanpa Tembakau Sedunia (HTTS). Salah satu dukungan untuk memperingati HTTS ini adalah dengan penerapan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di setiap institusi, salah satunya institusi pendidikan yaitu Kampus. Maka dari itu pada hari Jum’at (25/5/2018), Mahasiswa FKM Peminatan Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku (PKIP) Universitas Airlangga menggelar acara ‘KTR yang Tak Dirindukan’.

 

Sebelum melakukan acara ini, mereka telah melakukan survey pendahuluan yang dilakukan di empat Kampus Negeri di Surabaya. Hasilnya, sebanyak 51% di kampus mereka belum ada sosialisi tentang KTR. Selain itu, sebanyak 60% mahasiswa mengaku sering menemui masyarakat yang merokok di lingkungan Kampus.

“Ternyata masih banyak yang belum tahu tentang kebijakan KTR. Ada yang tahu, tapi tetap merokok di kawasan Kampus”, ujar Mahesa Arya Muharram, sebagai ketua pelaksana.

Acara ‘KTR yang Tak Dirindukan’ ini diselenggarakan di Lapangan Parkir Danau Kampus C Unair, dimulai pukul setengah 3 sore. Peserta yang hadir berjumlah sekitar 70 orang yang merupakan mahasiswa perwakilan dari berbagai Kampus yakni UNAIR, ITS, UPN, dan UNESA, juga beberapa dari dosen FKM UNAIR.

“Karena akibat merokok bukan hanya ditanggung si perokok, namun juga oleh orang-orang yang menghirup udara yang mengandung asap rokok, yang disebut perokok pasif”, ungkap Mahesa menjelaskan akibat merokok.

Dalam acara tersebut ada talkshow menarik oleh TCSC (Tobacco Control Support Centre) dan KOBAR (Komunitas Berantas Asap Rokok) Jatim. Talkshow tersebut berisie dukasi dan sesi Tanya jawab supaya peserta mendapat pengetahuan tentang KTR. Selain talkshow, mereka juga menampilkan lagu dan film pendek yang berisi pesan larangan merokok di Kawasan Tanpa Rokok. “Lagu dan filmnya kita sendiri yang buat. Saat launching, lagu dinyanyikan oleh anak PKIP dan diiringi oleh Club Band FKM”, ucap Mahesa.

Setelah itu, ada acara simbolik pematahan rokok yang berukuran raksasa. Kemudian dilanjut dengan penandatanganan petisi oleh masing-masing perwakilan institusi sebagai bentuk persetujuan ditegakkannya kebijakan KTR.“Semoga mahasiswa lebih sadar tentang kebijakan KTR dan saling memahami hak orang lain yang tidak merokok,” harapnya. Acara juga dihibur dengan game bowling dengan bowling pin yang berbentuk rokok. Kemudian acara ditutup dengan berbuka puasa bersama.

Sumber Berita : http://fkm.unair.ac.id/blog/2018/05/31/peringati-hari-tanpa-tembakau-sedunia-dan-ktr-yang-tak-dirindukan/