International Conference on Future Healthcare and Economic Development in Southeast Asia, 23-25 Agustus 2017


Rabu, 07 Februari 2018 20:24:23



Stroke sampai saat ini masih menjadi penyakit yang menyebabkan kematian di Indonesia. Seperti yang kita ketahui bahwa penyakit ini memerlukan perawatan jangka panjang dan biaya yang tidak sedikit. oleh karena itu perlunya pencegahan primer sebagai langkah cerdas sebelum stroke menggerogoti tubuh anda, salah satunya adalah dengan menghindari asap rokok. Asap rokok baik perokok aktif maupun pasif sangat berbahaya bagi kesehatan. Asap rokok dari hasil pembakarannya menghasilkan partikel berukuran 1-3 mikron yang dapat masuk ke paru-paru sampai ke bagian alveolus. 

Uji kualitas udara untuk mengukur PM2.5 (particulate matter) telah dilakukan di berbagai kota yaitu di Jakarta, Bogor dan Surabaya. Hasil pengujian PM2.5 ini dapat dijadikan bukti advokasi dalam pengendalian tembakau. Hasil menunjukkan paparan asap rokok di dalam ruangan sehingga PM2.5 berada di atas standar normal (standar WHO untuk PM2.5 di bawah 25 μg / m3). Kenaikan PM2.5 di dalam ruangan dalam paparan asap rokok adalah 3 - 20 kali lipat dari standar normal bahkan lebih tinggi dari pada PM2.5 di luar ruangan. Oleh karena itu sangat perlu ditetapkan regulasi atau kebijakan Kawasan Tanpa Rokok agar melindungi masyarakat dari paparan asap rokok orang lain yang bisa menjadi lebih berbahaya pada perokok pasif.

Demikian lah yang telah dipaparkan oleh Dr. Santi Martini, dr., M.Kes melalui partisipasinya dalam kegiatan International Conference on Future Healthcare and Economic Development in Southeast Asia pada yang diselenggarakan di Tainan, Taiwan pada tanggal 23-25 Agustus 2017. Konferensi tingkat asia tenggara ini dihadiri oleh sekitar 80 orang delegasi dari Negara di Asia Tenggara termasuk Indonesia. Tujuan utama dari konferensi ini adalah untuk (1) menetapkan bentuk platform rantai nilai untuk kerja sama internasional, (2) membantu institusi masing-masing peserta dalam membangun jaringan internasional, (3) memahami teknologi layanan kesehatan di Asia Tenggara, dan (4) memenuhi kebutuhan kesehatan masa depan masyarakat saat lanjut usia. Output dari acara ini adalah membantu para peserta memahami tren kesehatan masa depan secara tepat, mengetahui bagaimana membangun jaringan layanan kesehatan dengan teknologi terkini, dan secara efektif mempromosikan perawatan kesehatan di masyarakat lanjut usia dengan perawatan kesehatan dengan biaya rendah (Daniel)